satu kata yang slalu terngiang, semangat semangat dan semangat. mungkin itu suatu hal yang bisa aku lakukan saat ini. aku lemah dalam ketegaranku, aku letih dengan angan yang terlalu tinggi untuk aku gapai. namun aku tau aku tak boleh menyerah dalam diam, kendati jauh dari orang-orang yang aku sayangi, aku harus tetap memasang pancaran kebahagiaan di setiap sudut wajahku. entah sampai kapan ku akan tetap begini, tersudut sepi dalam angan dan cita, menanti harapan yang tak kunjung pasti, akankah aku bertahan dengan desiran badai ini atau malah terjungkir balik dalam kehancuran abadi……
Tuhan…..
sungguh aku hanyalah manusia lemah yang tak berdaya…..
kugoreskan tinta sebagai pengganti kata, ku singkapkan segala resah gelisah dan gundah gulana yang membludak dijiwa.
haruskah ku lanjutkan ketidak pastian ini???
aku letih dalam pengharapan.
aku pasrah dalam penantian yang tiada berhujung.
sungguh rasanya tak adil bermain dengan perasaan yang tak menentu.
wajarkah aku yang merasa bersalah?
Tuhan….
titipkan aku pada dia yang lebih berani bertanggung jawab atas diriku.
dia yang lebih berani terhadapku.
letih dalam pinta dan doa, berharap kasih akan datang menjelma bagai air kehidupan.
ungkapan yang tak pernah dapat tuk ku sadari
bahkan tak mampu tuk ku telusuri segala makna yang tersirat dalam tiap bait harap dan pinta.
smoga ia sadar akan apa yang sedang terjadi…..
sebuah penantian panjang yang akan segera sirna..
dalam pinta dan harapku menanti dalam angan dan cita…